Award & Seminar OSS 2010

TOT Gratis 2010, Gel. 4 & 5 Terkini

Pengguna OSS Tahun 2010 Ditargetkan Sekitar 300.000 Orang

Oleh : Admin   -   25-03-2009 - 09:41 AM

Jakarta, 7/11/2007 (Kominfo-Newsroom) – Kementerian Negara Riset dan Teknologi mengungkapkan, Open Source Software (OSS) atau piranti lunak buatan dalam negeri pada tahun 2010 mendatang ditargetkan digunakan oleh sekitar 300.000 orang di Indonesia.

“Untuk mencapai target tersebut, maka upaya sosialisasi terus dilakukan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi,” kata Deputi Bidang Dinamika Masyarakat, Kementerian Negara Ristek Prof. Dr. Ir. Carunia Mulya Firdausy, MA, APU di Serpong, Rabu (7/11).

Salah satu di antara kegiatan sosialisasi tersebut diarahkan kepada instansi pemerintah, termasuk kepada kalangan komunitas pengguna komputer di tanah air. Saat ini sejumlah warung internet (Warnet) di kota-kota besar di tanah air juga sudah menggunakan piranti lunak tersebut, seperti di Malang, Surabaya, Bandung dan Makassar. Menurutnya, keberadaan program terebut bisa menjadi alternatif dari piranti lunak yang sudah ada, seperti Microsoft dan sekaligus dapat menurunkan penggunaan program bajakan. Seperti saat ini bajakan sekitar 83 persen, padahal pada tahun 2004 bajakan mencapai sekitar 88 persen. Jadi ada penurunan, karena mereka sudah mulai menggunakan OSS.

Kebijakan penggunaan piranti lunak tersebut, sudah dicanangkan dalam bentuk “Indonesia, Go Open Source” yang telah disetujui oleh lima menteri, yaitu Menristek, Menpan, Menhuk HAM, Menkominfo, dan Mendiknas. “Khususnya Kementerian Negara Ristek sudah fokus menggunakan program tersebut,” katanya.

Prof. Carunia juga mengatakan, kedepan akan ada ASEAN Open Source yang digunakan oleh negara anggota ASEAN, dan hal itu sudah diusulkan saat pertemuan informal Menteri-menteri ASEAN. Salah satu diantaranya dengan menyelenggarakan “ASEAN Worksop On Open Source Software” yang diikuti oleh negara-negara anggota ASEAN seperti Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja, serta para peserta dari Indonesia, dan acara tersebut digelar pada tanggal 7 – 8 November 2007 di Serpong. Khususnya untuk Singapura, Malaysia dan Thailand, sudah mengetahui piranti lunak tersebut, namun mereka belum banyak mengetahui implementasinya. “Seperti Singapura menggunakan program alternatif tersebut terkait dengan kemampuan ekonominya yang mampu membeli program selain Open Source,” katanya.

Sementara itu, Asdep Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kemal Prihatman mengatakan, program Open Source memiliki keunggulan seperti pada officenya dan mudah untuk diaplikasikannya. Disebutkan, piranti lunak open source mulai diluncurkan pada tahun 2004, dan setiap tahunnya terus mengeluarkan produk terbarunya. (T. Gs/toeb/c)